Voice Season 2 Eps 8
Sinopsis: kelanjutan drama korea Voice, tentang seorang penerima telpon 112 yang dapat mendengar suara yang sangat kecil dan membantu memecahkan kasus pembunuhan berantai.
Ceritaku: Hercules menyuruh orang untuk mencari 'anjing pemburu'. Orang itu sudah dikompor2i karena dirinya ditolak polisi wanita dan semakin marah. Datanglah wanita pemilik apartemen yang lagi2 mengganggunya. Dia pun memutuskan untuk membunuhnya. Di sisi lain, kepala Na menceritakan soal det. Do. Saat itu det. Na melihat det. Do sedang memukuli pelaku dengan batu bata(yah beneran psiko dong😱). Saat disadarkan, ia tiba2 seolah tidak terjadi apa2 dan terkejut dengan pelaku di depannya yang berlumuran darah. Dia tidak ingat, lalu dia mengonsumsi pil untuk depresi. Ketua Kang masih membela det. Do, tapi juga ragu. Ditambah lagi latarbelakangnya, sebelum ia ke korea, dia berasal dari Jepang(wow, domo😆), catatannya tidak ada dan iibunya meninggal setahun yang lalu. Sesuatu yang aneh, mengapa orang tuanya mengirimnya saat berusia 10 tahun, kepala Na mengira dia telah membunuh manusia atau hewan. Ketua Kang menemui det. Do dan ia butuh berpikir sejenak. Ada hal yang mengganggu pikirannya. Det. Do memberikan hp khusus karena merasa ia disadap. Sedangkan hercules, dia menyusun rencana kembali memanfaatkan kemarahan dan keserakahan tiap orang(wah memanfaatkan emosi mirip2 ghost detective nih😄). Lalu ia mendapat email dari Jepang(wah mudah2an ada setting jepangnya dong, entah season ini atau season 3 plis😄). Det. Do di rumahnya melihat halusinasi anak itu lagi! Sepertinya dia anak jepang, ia memanggil det. Do dengan panggilan Kosuke. Keesokannya, mayat si pemilik apartemen ditemukan di pelabuhan dengan lidah terpotong dan pelakunya satpam apartemen yang dipecat, diasumsikan sebagai balas dendam. Tapi si pelaku bunuh diri dan meninggalkan surat wasiat. (Ihhh bukan ya, manipulasi! Ini semua kerjaannya hercules atuh). Datanglah Hercules dan ia dipanggil polisi lain dengan sebutan detektif Bang! (Jadi beneran dia polisi/detektif!😱). Lalu polisi disana mengenalkannya pada kepala Na. (Oh beda tempat kepolisiannya ini..). Det. Do mendapat laporan tentang kasus itu, dari clue yg didapat ia mencurigai pelaku yg sama. Ia meminta bantuan agen Jin untuk mencarikannya info(enak nih ga perlu telpon, pake semacam walkie talkie modern😆). Det. Do pun bergerak menyelidiki kasus ini, sedangkan ketua Kang masih menyelidiki kasus det. Do. Ketua Kang menghampiri dokter pribadi det. Do dan menanyakan soal penyakitnya. Sedangkan si agen cewek, sepertinya ia mengenal seorang dokter konseling yang sedang berada di poongsan. Ternyata dokter itu pacarnya, tapi si agen tampak tidak senang lalu berbicara berdua dengannya. Dan ternyata dia adalah mantan yang masih mengejar2 eun soo. Karena perilakunya yang kasar dan sering menggunakan kekerasan fisik itulah Agen Eun Soo tidak mau lagi bersamanya(wah calon psiko nih keknya). Det. Do mewawancarai rekan si satpam tua yang dituduh sebagai pelaku dan bunuh diri itu. Satpam itu ketagihan bermain game komputer tentang memancing. Dia main sampe semalaman. Dia merasa aneh, seorang pria tua bisa membeli joystick(alat game) yang terbaru sendiri. Ia pun minta agen Jin untuk memeriksa akunnya, tapi tidak mungkin karena dirinya malah mempunyai hutang. Pasti seseorang telah memberikannya. Ketua Kang menemuinya sebentar hanya memberi informasi sebatas pekerjaan dan ia tampak menghindari det. Do. Det. Do bingung mengapa ia jadi begitu. Agen Eun Soo ingin curhat tentang apa yang dialaminya pada ketua Kang. Sayangnya, ketua Kang terlalu sibuk(waduh, bau2 tragis tar nih, inget2 ditelpon ketua tim tapi diabaikan, sekarang ini temennya diabaikan juga, kalo sampe ada apa2 sakit banget si Kang😢). Agen Park Eun Soo mendapat sms dari si dokter dan ia tak tahan lagi. Ia pun pergi ke kantor pengacara. Si dokter pun mulai marah. Lalu ia mendapat sms bahwa agen Park pergi ke kantor pengacara dan memanas2inya. Agen Park yang akan menggunakan lift, tiba2 didatangi seorang pria(dan itu sangsenim!eh salah lapak😄). Ternyata dia salah satu psiko bawahan det. Bang! Psiko itu pun membunuh tukang lift karena takut ketahuan dan juga marah. Ia membunuhnya di toilet. Sedangkan agen Park, saat dia naik, muncullah si dokter itu. Tentunya si dokter marah2 dan mulai menyiksa agen Park. Dokter mengancam agen Park dengan pisau, lalu memberitahu ketua Kang bahwa agen Park sedang sakit. (Nah kan nah kan, mirip ketua tim lagi disandera iiih kezel, plis jangan abaikan lagi, pake kekuatan suaranya doang plis). Lalu si dokter mematikan telponnya dan memukuli agen Park. Karena agen Park menyebutkan kondisi nol/zero yang artinya darurat, ketua Kang akhirnya menyadari ada yang salah(yokatta, semoga berhasil diselamatkan plis). Ketua Kang dan lainnya pun segera bergerak melacak dan mengejar si dokter(tapi keren nih ketua Kang masih profesional, biarpun canggung dan curiga sama det. Do, tapi masih mau kerjasama menangkap pelaku). Tapi yang ditemukan malah jasad si dokter, dengan asumsi Agen Park menusuk si dokter dan kabur. Hal ini didengar oleh det. Bang(ah kezel, pasti ga gini kejadiannya😢). Det. Bang melihat kotak organnya, dan ada tulisan Miho tahun 1991(mungkinkah halusinasi det. Do yang ada anak kecil jepang itu? Korban pertama maybe?) Dia juga menyebutkan anak itu memiliki kemampuan spesial seperti ketua Kang!
#VoiceSeason2 #dramakorea
Cast: Lee Ha Na, Lee Jin Wook, Kwon Yool









Comments
Post a Comment