Voice Season 2 Eps 11
Sinopsis: kelanjutan drama korea Voice, tentang seorang penerima telpon 112 yang dapat mendengar suara yang sangat kecil dan membantu memecahkan kasus pembunuhan berantai.
Ceritaku: Agen Jin sulit untuk meretasnya, dia minta bantuan temannya. Akhirnya dia bisa masuk ke dalam web dan melihat isinya. Det. Bang yang baru sampai rumah, komputernya memberi tanda peringatan karena diretas. Det. Bang pun sepertinya sedang diperingatkan oleh seseorang yang lebih berkuasa dan menginginkan telinga ketua Kang. (Wah siapa lagi nih, kirain orang2 di sekitarnya cuma antek2nya lah ternyata masih ada dalangnya nih wah wah). Lagi2 dia berbicara dengan halusinasi ibunya dan marah2 tertekan karena semuanya tidak berjalan lancar. Ketua Kang menjenguk det. Do. Det. Do menceritakan soal dirinya. Dia sedang bermain dengan Miho dan saat menemukannya ia menemukan sepatu berdarah dan ia tidak ingat apa yang sebenarnya terjadi. Setiap hari mereka disalahkan dan dipukuli. Sampai kakaknya dibunuh oleh warga anti korea, akhirnya mereka melarikan diri(oh gitu, pantes orang korea keknya sensi banget ama jepang). Akhirnya kepercayaan mereka kembali dan teman2nya menjenguknya. Sedangkan tim det. Bang sedang bergerak dan memulai membasmi hama(tidaaaaaaak pokoknya ga rela kalo agen Jin kenapa2ðŸ˜ðŸ˜). Sedangkan det. Do penasaran dengan det. Bang. Siapa dia? Dia benar2 asing. (Iya juga ya, kenapa dia segitu bencinya sama golden team? Harus punya alasan kan dia walau psiko, kenapa yang diincar mereka? Kenapa ga polisi lain, atau tentara atau dokter atau yang lain?). Ketua Kang menyuruh agen Jin kembali ke markas karena sangat berbahaya. Awalnya ia tidak mau karena ingin menggali lebih dalam, tapi dilafang oleh ketua Kang. Tiba2 orang tak dikenal pun masuk dan memukuli agen Jin dan membakar komputer(ah sebel bener😢😢). Dalam keadaan terdesak, agen Jin malah memaki2 det. Bang(aduh bang, jangan dimaki tambah gawat atuh😢😢). Det Bang menelpon ketua Kang dan menyuruhnya menyelamatkannya hanya dalam 3 menit, jika terlambat mereka akan memotong kepalanya(sadiiiiis). Mereka segera bergerak. Anak buah det bang pun memotong jari agen Jin dan pergi. Pelaku sulit dilacak karena dimatikan cctvnya. Agen Jin dibawa ke rumah sakit, tapi dokter bilang harus mendapatkan jarinya dalam 6 jam untuk menyambungkan kembali(wah baru tau, gitu itu bisa nyambung lagi ya, wah kereen). Golden tim rapat dengan atasan dan mereka mendukungnya. Mereka melarang penggunaan radio karena telah disadap. Agen Park mendapat info tentang perawat yang menyuntik perawat satunya, dia adalah perawat palsu. Dan di tempat agen Jin tadi ketua Kang juga mendengar langkah kaki wanita. Mereka pun mengindentifikasi pelaku ke4 yang seorang wanita. Mereka menyadari soal nama2 serangga dengan id2 mereka. Det. Do ingat wanita di restoran menggunakan cat kuku laba2 sama dengan ciri2 wanita itu. Bang bertemu dengan orang itu, dan orang itu menyarankan Bang untuk tidak memprovokasi Det. Do. Tapi Bang tidak senang orang itu ikut campur yang tidak ada hubungannya. Bang marah pada pengawal orang itu dan membunuhnya di tempat dengan sangat cepat. (Keliatan wajahnya orang itu sekilas, tapi kek kakek2 deh ga kenal😅). Akhirnya tim menemukan wanita itu tapi wanita itu berniat bunuh diri. Wanita itu bilang, dia tidak berbeda dengan det. Do. Istri kepala Na mengatakan pada ketua Kang dia ingat dulu adik suaminya membawa seorang anak yang membawa seekor laba2 besar. Mereka menggali info tentang kasus anak SMA itu. Flashback, ternyata si adik kepala Na saat berpatroli mendengar suara teriakan si anak itu yang tubuhnya sedang dibakar air panas oleh ibunya gara2 nilai ujiannya jelek(yaela ibunya psiko juga, makanya ada pepatah buah jatoh tidak jauh dari pohonnya). Akhirnya mereka menemukan identitas Bang Jae Soo(tragedi menyelamatkan anak psiko nih). Mereka ke rumahnya dan tak menemukan apa2. Lalu tiba2 ada kebakaran di ruang bawah tanah. Di saat yang sama, Bang Jae Soo datang ke kantor polisi. Dia menyerahkan diri(whattt?? Lah kok lah kok?)
#VoiceSeason2 #dramakorea
Cast: Lee Ha Na, Lee Jin Wook, Kwon Yool











Comments
Post a Comment