Dele Eps 2
Sinopsis: tentang sebuah pekerjaan menghapus data klien setelah klien di konfirmasi meninggal. Tapi, seorang pekerja baru yang ingin tahu tentang datanya dan mereka pun terlibat dalam kasus-kasus.
Ceritaku: Tugas baru datang, kali ini klien bernama Shiori. Mashiba menyamar menjadi adik Shiori dan mengecek ke apartemen Shiori. Pemilik apartemen juga tidak melihatnya, tetangganya pun enggan menjawab. Mashiba minta kunci cadangan tapi tidak diizinkan, tapi ternyata pintu tidak dikunci sehingga ia bisa masuk. Ada mayat Shiori disitu, dan pemilik apartemen menelpon polisi. Mashiba mengonfirmasikan pada Kei tentang itu, tapi, pengacara melarangnya dan mengarahkan Mashiba untuk mencari surat wasiat. Mashiba menemukannya dan bertuliskan untuk orang dele dimohon jangan menghapus data. Kei tidak ingin ikut campur, tapi si pengacara dan Mashiba ingin menyelidikinya. Mereka pun melakukannya, dan Mashiba mendapat clue dari TKP bahwa Shiori kemungkinan seorang composer. Mashiba pun pergi ke rumah orang tua Shiori dan menyamar sebagai teman Shiori. Ibunya memercayainya karena dia tidak dekat dengan Shiori sehingga tidak tahu bagaimana kehidupannya. Mashiba menyanjung ayahnya, berbohong bahwa itu dikatakan Shiori. Tapi sepertinya yang terjadi hal sebaliknya, mungkin dia membenci ayahnya. Mashiba menemukan clue lagi dari penanya yg berasal dari bar Gaff. Saat ia menyebutkan nama Shiori, semua orang disitu terkejut. Akhirnya Mashiba dan pemilik bar berbicara secara pribadi. Kali ini Mashiba menyamar menjadi sepupu Shiori. Shiori adalah staff bar itu. Dari awal dia sudah sakit-sakitan dan sering tidak masuk. Pemilik bar itu menolak bicara lebih lanjut, ia mengaku tidak terlalu kenal dengan Shiori(bohong banget, biar ga deket mah pasti tau lah dikit2 perangainya kek apa, pengalaman kerja cuma sebulan doang tapi udah bisa baca kek apa tiap orangnya sih). Mashiba kembali dan digoda oleh teman-temannya. Si pemilik bar menjelaskan Shiori tidak bunuh diri tapi gagal jantung. Mashiba minta mereka menghadiri pemakaman Shiori, tapi tak ada yang mau dengan alasan tidak kenal orang tua Shiori dan merasa aneh. Keesokannya Mashiba dan Mei menyamar menjadi teman Shiori ke pemakaman Shiori. Ayahnya pun marah2, mengaku teman tapi tak bisa memanggil yang lainnya. Kei dengan dinginnya ia mengatakan Shiori bukan anak kecil lagi, ia bebas memilih teman. Ayahnya pun bertanya, jika ia benar temannya, ia pasti tau mengapa Shiori meninggalkan keluarganya. Kei pun menjawab bahwa Shiori tidak pernah menceritakan soal keluarga nya. Tapi ia menduga Shiori tak tahan dengan Ayahnya yang selalu memaksakan kehendaknya soal musik. Orang tua Shiori pun mengunjungi apartemen Shiori. (Ah, kayanya si ayah ini musik klasik, shiorinya musik band pop modern gitu). Si pengacara menemukan nama teman Shiori-Haruta. Fotonya mirip sekali dengan pemilik bar, dia juga seorang penyanyi band. The Mints nama bandnya, sepertinya Kei salah satu penggemarnya karena ia mempunyai CD lagunya. Keesokannya Mei dan Mashiba menemui Haruta. Haruta berbohong bahwa tidak ada hubungan dengan Shiori karena ia tahu Mashiba bukan sepupunya. Ia tahu mereka adalah orang dele. Mashiba terkejut Kei menyebut nama Shiori. Kei bilang dia salah satu dari the Mints. (Untung ya jadi fans lumayan melancarkan kerjaan😂). Mereka penasaran mengapa Shiori melarang menghapus datanya. Tapi akhirnya mereka memutuskan untuk melihat isi rahasia klien. Keesokannya, orang tua Shiori dipanggil pengacara dan Mashiba minta maaf karena berbohong demi pekerjaan. Mereka pun menjelaskan soal rahasia Shiori. Ada video tentang pemakaman Shiori saat Shiori masih hidup. Dia dan temannya berpidato, mengenai perasaan2 mereka. Di saat-saat terakhir Shiori ingin menunjukkan video itu bahwa ia baik-baik saja dan memiliki teman yang baik. Orang tua Shiori pun mendatangi Haruta dkk memohon agar mereka mau mendatangi pemakaman anaknya. Mereka ingin tahu lebih banyak soal anaknya(agak baperr disini😢). Tapi, Kei menganggapnya berbeda. Jika dia menjadi Shiori, dia menunjukkan video itu untuk balas dendam.
#dele #dramajepang
Cast: Takayuki Yamada, Masaki Suda, Kumiko Aso











Comments
Post a Comment